Senin, 21 September 2015

Diduga Dendam Lama, Elya Dianiaya

ilustrasi penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan/ Foto:www.soloblitz.co.id
MATARAM - Elya Alkaf seorang ibu rumah tangga asal Gunungsari, Lombok Barat (Lobar) mengadu ke Polres Mataram, Sabtu (19/9) lalu. Ia mengaku dianiaya SD (inisial, Red) seorang pria yang disebut bekerja di Polda NTB.

"Saya masih tidak mengerti dengan perlakuannya dia ke saya. Padahal saya merasa tidak pernah punya salah," kata Elya.

Diceritakan kasus tersebut terjadi beberapa hari lalu tak jauh dari jembatan Sukaraja, Ampenan. Saat itu korban yang sedang megantar anaknya sekolah berjumpa dengan SD.  

Pelaku yang  berboncengan dengan istrinya disebut membuntuti Elya. Korban kemudian mengaku dipepet dan dipukuli di bagian wajah. Selain itu SD dan istrinya disebut memaki dan meludahi korban.

“Saya merasa terancam dengan kelakuannya dia. Terlebih lagi mereka telah memukul saya didepan anak saya," ungkap Elya.

Secara terpisah, suami Eliya, Nizar mengklaim latar belakang kejadian adalah balas dendam. Konon setahun yang lalu Elya pernah melaporkan seorang anak SD dalam kasus pencabulan. Dimana salah satu korbannya adalah keponakan dari Elya.  Namun menurutnya hal itu tidak pernah digubris polisi.

"Kita sebagai warga negara yang baik tentunya kami sudah menyerahkan semuanya kepada proses hukum," tegasnya.

Terkait hal ini Kasat Reskrim Polres Mataram AKP Zaky Maghfur mengatakan, kasus ini belum bisa diklaim sebagai pidana penganiayaan berat. Pasalnya, dari hasil visum pukulan pelaku tidak terlalu membekas. Kasus ini hanya bisa dikenakan penganiayaan ringan.

Sementara itu terkait kasus yang pencabulan yang dilaporkan itu, sebenarnya polisi mengklaim sudah menindak lanjuti. Namun persoalannya, pihak keluarga sudah menyelesaikan kasus iu dengan awik-awik (aturan adat) yang telah dibuat masyarakat sekitar. Saat itu SD sekeluarga diusir dari wilayahnya.


"Saya belum berani memberikan statement dendam lama. karena keteranagan dari terlapor belum kami dengarkan. kejadian itu bisa timbul karena sebab dan bisa juga berdiri sendiri. Kita tunggu saja hasil penyelidikan lebih lanjut," pungkasnya. (cr-lie/r3)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar